Harga Brent belum menembus rekor tertinggi meskipun terjadi penurunan pasokan sekitar 20%—sebuah paradoks yang tampak membingungkan, namun memiliki penjelasan yang jelas. Peningkatan ekspor AS, menurunnya persediaan global, serta pelemahan impor China menjadi faktor pendukung pasar minyak. Pertanyaan kuncinya adalah apakah keseimbangan ini dapat dipertahankan. Mari kita analisis situasinya serta menyusun rencana trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Persediaan minyak global turun sebesar 4 juta barel per hari.
  • Ekspor laut AS telah melampaui 10 juta barel per hari.
  • China kemungkinan mengurangi impor menjadi 6.9 juta barel per hari.
  • Posisi beli pada Brent dapat dipertimbangkan dengan target $115 dan $125.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Minyak

Di tengah krisis minyak paling serius dalam sejarah, harga tidak mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan data US Energy Information Administration, sebanyak 20.7 juta barel per hari melewati Selat Hormuz selama Oktober–Desember. Pada Januari–Maret, volume tersebut turun menjadi 14.6 juta barel per hari. Memasuki April–Mei, angkanya merosot hampir ke nol. Pasar telah kehilangan sekitar 20% pasokan, sementara produksi Arab Saudi turun menjadi 6.3 juta barel per hari—terendah sejak 1990—namun Brent masih bertahan sedikit di atas $100 per barel. Pertanyaannya, apakah pasar minyak telah beradaptasi dengan cepat, atau ini merupakan ketenangan sebelum gejolak besar?

Faktor utama yang menstabilkan Brent meliputi peningkatan ekspor dari AS dan negara-negara Amerika Latin, penurunan impor di Asia, serta penurunan signifikan persediaan minyak global. Berdasarkan data Kpler, pengiriman minyak AS melalui jalur laut mencapai 8.55 juta barel per hari pada April dan diperkirakan akan melebihi 10 juta barel per hari pada Mei.

Ekspor Minyak AS

 LiteFinance: Ekspor Minyak AS 

Sumber: Reuters.

Sebelum konflik bersenjata di Timur Tengah terjadi, lebih dari 60% pasokan minyak ke Asia berasal dari negara-negara Teluk. Krisis ini memaksa negara-negara tersebut mencari sumber alternatif dan mendorong premi antara pasar spot dan berjangka mencapai rekor tertinggi. Pada pertengahan Mei, premi kembali ke level sebelum perang, mengingat pengiriman minyak melalui laut dari AS dan Amerika Latin memerlukan waktu yang cukup panjang. Saat ini, barel minyak pertama baru mulai tiba di Jepang dan negara-negara lain di kawasan Asia.

Selisih Harga Antara Pasar Minyak Spot dan Berjangka

LiteFinance: Selisih Harga Antara Pasar Minyak Spot dan Berjangka

Sumber: Bloomberg.

China memainkan peran penting dalam menopang ekonomi global. Sebagai pemilik cadangan strategis terbesar di dunia, China memiliki ruang untuk mengurangi impor minyak mentah. Berdasarkan data Kpler, pembelian melalui laut turun dari hampir mencapai rekor 11.5 juta barel per hari pada Februari menjadi 8 juta barel per hari pada April. Pada Mei, angka tersebut diperkirakan dapat turun hingga 6.9 juta barel per hari.

Cadangan Minyak Strategis

LiteFinance: Cadangan Minyak Strategis

Sumber: Bloomberg.

Meningkatnya defisit pasar minyak global mendorong penurunan persediaan global secara cepat. Berdasarkan data IEA, persediaan menyusut sebesar 4 juta barel per hari selama April dan Mei. Semakin lama Selat Hormuz ditutup, semakin cepat persediaan akan turun menuju level kritis.

Situasi saat ini lebih terlihat seperti ketenangan sebelum badai. Seiring mendekatnya musim perjalanan di AS, permintaan domestik terhadap minyak dan produk petroleum diperkirakan meningkat. Kapasitas ekspor AS, dengan infrastruktur yang tersedia saat ini, memiliki keterbatasan. Cadangan global terus menyusut, sementara hanya China yang tahu berapa lama mereka akan mempertahankan impor di level rendah.

Rencana Trading Mingguan untuk Brent

Dengan keterbatasan pilihan yang dimiliki AS selain mencapai kesepakatan yang kurang ideal atau kembali menghadapi eskalasi konflik, Brent berpotensi naik lebih lanjut menuju $115 dan $125 per barel. Optimisme yang meningkat terhadap keterlibatan China dalam negosiasi AS-Iran dapat memicu koreksi harga sementara, sehingga menciptakan peluang untuk membuka dan menambah posisi beli pada minyak.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga UKBRENT dalam mode real time

Harga Brent Tetap Tinggi Meski Permintaan China Melemah. Perkiraan untuk 14.05.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat