Konfrontasi di Timur Tengah telah berkembang menjadi pertarungan ketahanan. Pertanyaannya, di mana tekanan akan lebih dulu muncul, pada ekonomi Iran atau ekonomi global? Blokade Selat Hormuz akan menjadi penentu. Mari kita bahas lebih lanjut serta menyusun rencana trading untuk Brent.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Iran mengurangi produksi minyak akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan.
- Persediaan minyak global sedang menurun dengan cepat.
- AS sedang mencari jalan keluar dari krisis.
- Posisi beli pada Brent tetap relevan dengan target di $124 dan $125.5.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Minyak
Pihak mana yang akan terlebih dahulu mundur? Donald Trump menyatakan bahwa blokade Selat Hormuz efektif dan siap untuk diperpanjang selama beberapa bulan ke depan, yang berpotensi menghilangkan $175 juta pendapatan ekspor minyak harian Iran serta mendorong ekonominya ke arah krisis. Sementara itu, Teheran memperkirakan bahwa ekonomi global akan lebih dulu melemah, sehingga memaksa AS menarik diri dari Timur Tengah. Ketidakpastian ini membuat investor tetap berhati-hati dan memicu volatilitas tajam pada harga Brent.
Sebelum konflik, Iran secara resmi memproduksi sekitar 3.75 juta barel per hari, dengan sekitar 1.9 juta barel per hari diekspor. Penutupan Selat Hormuz secara efektif menghentikan ekspor dan memaksa penurunan produksi seiring fasilitas penyimpanan yang semakin penuh. Berdasarkan data Kpler, produksi telah menurun menjadi 2.5 juta barel per hari dan berpotensi turun ke 1.5 juta barel per hari pada pertengahan Mei. Dengan laju tersebut, sisa kapasitas penyimpanan diperkirakan akan habis dalam 12–22 hari.
Dinamika Produksi Minyak Iran
![LiteFinance: ]()
Sumber: Bloomberg
Berapa lama ekonomi global dapat menahan tekanan ini? Trafigura Group memperkirakan kehilangan pasokan sejak awal konflik di Timur Tengah sekitar 1 juta barel per hari, sementara Chevron memperkirakan sekitar 900 ribu barel per hari. Hingga saat ini, persediaan masih menopang pasokan, namun mengalami penurunan yang cepat. Oleh karena itu, semakin lama Selat Hormuz tetap tertutup, semakin tinggi potensi kenaikan harga Brent dan WTI. Citigroup memperkirakan bahwa jika blokade berlanjut hingga akhir Juni, Brent dapat mencapai rata-rata $130 per barel selama kuartal tersebut, dengan potensi puncak mencapai $150 atau lebih tinggi.
Apa saja risikonya? Risiko utama meliputi percepatan inflasi global dan pengetatan moneter yang meluas, yang dapat mendorong ekonomi global ke dalam resesi. Gedung Putih telah mengambil beberapa langkah, termasuk memulai penjualan minyak dari cadangan strategis G7, mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Rusia, mendesak perusahaan-perusahaan AS untuk meningkatkan produksi, dan meningkatkan ekspor minyak hingga mencapai rekor 6 juta barel per hari. Tidak akan mengejutkan jika UEA memutuskan untuk keluar dari OPEC+ dengan persetujuan diam-diam AS, karena negara tersebut memiliki kapasitas untuk meningkatkan produksi dari 3.4 juta barel per hari saat ini menjadi hampir 5 juta barel per hari.
Dinamika dan Struktur Produksi Minyak OPEC
Sumber: Bloomberg
Ada kemungkinan juga bahwa penurunan harga Brent baru-baru ini dari level tertinggi empat tahun dipengaruhi oleh tindakan dari Gedung Putih. AS mungkin telah memanfaatkan berakhirnya kontrak berjangka, ketika posisi diperpanjang atau ditutup, sehingga meningkatkan likuiditas disisi penjual. Namun demikian, selama belum terdapat rencana yang jelas untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah, atau setidaknya pembukaan kembali jalur menuju Selat Hormuz, harga minyak diperkirakan akan terus mengalami kenaikan.
Rencana Trading Mingguan untuk Brent
Dalam kondisi ini, posisi beli pada Brent yang dibuka di $90.5 dan $95.5 serta ditambah saat terjadi breakout diatas $99.5 dinilai wajar. Koreksi saat ini memberikan peluang untuk membuka posisi beli baru dengan target $124 dan $125.5.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga UKBRENT dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.




























