Pasar minyak terus bereaksi terhadap setiap perkembangan berita dari Timur Tengah. Namun demikian, peningkatan ekspor AS dan penurunan impor China memperkuat fundamental pasar. Mari kita bahas topik ini serta menyusun rencana trading untuk Brent.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Iran mengancam akan meninggalkan meja perundingan.
- Donald Trump menjanjikan tercapainya kesepakatan pada minggu depan.
- Ketidakseimbangan pasar mereda seiring pengaruh dari China dan AS.
- Posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target harga di $84.5 dan $79.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Minyak
Pasar minyak masih memberikan respons positif terhadap pernyataan Donald Trump, meskipun realisasinya belum tentu sesuai harapan. Pernyataan Presiden AS mengenai berlanjutnya negosiasi dengan Iran, berakhirnya konflik antara Israel dan Hizbullah, serta potensi pembukaan kembali Selat Hormuz pada minggu depan telah mendorong penurunan Brent di tengah spekulasi mengenai kemungkinan kegagalan negosiasi yang kembali terjadi.
Minyak mentah Brent mencatat kenaikan harian terbaiknya dalam sebulan terakhir setelah muncul laporan bahwa Teheran mungkin akan keluar dari perundingan jika bentrokan bersenjata di Timur Tengah terus berlanjut. Hal ini mencakup serangan Israel terhadap Beirut yang berada di bawah kendali Hezbollah. Selain itu, Iran dan sekutunya dapat memblokir tidak hanya Selat Hormuz, tetapi juga jalur alternatif pengiriman minyak, yaitu Selat Bab el-Mandeb. Kondisi ini akan menjadi faktor pendorong bagi harga Brent.
Situasi ini berpotensi berkembang dari kondisi kritis menjadi sangat serius, namun Brent justru mengalami penurunan karena bereaksi secara sensitif terhadap pernyataan Donald Trump. Faktanya, fundamental Brent telah menunjukkan perbaikan yang signifikan sejak pecahnya konflik bersenjata di Timur Tengah.
Impor Minyak China
Sumber: Bloomberg.
China menjadi faktor yang paling berpengaruh. Sebelum serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari, China menjadi semacam penopang bagi Brent. Permintaan minyak yang sangat kuat dari negara tersebut menopang pertumbuhan permintaan global dan membatasi penurunan harga. Namun, kenaikan harga hingga melampaui $100 per barel serta percepatan transisi China menuju kendaraan listrik mendorong penurunan impor secara signifikan. Goldman Sachs memperkirakan penurunan impor tersebut mencapai 2 juta barel per hari, setara dengan dampak penurunan harga sekitar $ 10 per barel.
Upaya negara-negara Asia untuk mencari sumber pasokan minyak alternatif mendorong ekspor minyak mentah AS mencapai rekor 5.6 juta barel per hari pada Mei. AS menjual minyak mentah WTI yang umumnya diperdagangkan dengan harga lebih rendah dibandingkan Brent, sehingga lebih kompetitif untuk dikirim ke berbagai kawasan.
Penurunan impor China yang diimbangi oleh peningkatan ekspor minyak AS telah membantu pasar menghindari gangguan yang lebih serius. Namun demikian, persediaan minyak global terus menyusut dengan laju yang sangat cepat dan mendekati level kritis. Penutupan Selat Bab el-Mandeb berpotensi mempercepat penurunan tersebut. Dalam kondisi ini, Brent berpeluang kembali memasuki tren naik. Menurut analis OPEC+, pemulihan infrastruktur energi yang mengalami kerusakan di kawasan Teluk Persia diperkirakan membutuhkan waktu beberapa bulan.
Minggu kedua Juni diperkirakan menjadi momen krusial bagi pasar minyak. Apabila klaim Donald Trump terkait pembukaan penuh Selat Hormuz tidak terealisasi, kepercayaan pasar terhadap pernyataannya dapat menurun, sehingga harga minyak mentah berpotensi mengalami lonjakan signifikan.
Rencana Trading Mingguan untuk Brent
Di sisi lain, tercapainya kesepakatan AS-Iran akan memberikan peluang bagi trader untuk menambah posisi sell pada Brent yang telah dibuka pada level $98.6, dengan target harga di $84.5 dan $79.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga UKBRENT dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.


































