Brent hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk memulihkan kerugian pada bulan sebelumnya. Konflik yang terus meningkat di Timur Tengah mendorong sentimen pasar yang optimistis, sehingga memicu investor untuk membeli Brent. Prospek jangka pendeknya tetap jelas. Mari kita analisis situasinya serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Impor minyak China terus mengalami penurunan.
- Negara-negara teluk mencari jalur alternatif selain Selat Hormuz.
- Pertumbuhan permintaan global terus melambat.
- Pertimbangkan untuk membeli Brent dengan target $91 dan $93.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Minyak
Mana yang lebih dulu, ayam atau telur? Apakah konflik di Timur Tengah yang menggerakkan harga minyak, atau justru pergerakan Brent yang memengaruhi arah ketegangan geopolitik? Baik Washington maupun Teheran memiliki batas yang tidak dapat mereka abaikan. Amerika Serikat ingin menghindari lonjakan inflasi dan perlambatan ekonomi global, sementara Iran bergantung pada pendapatan minyak untuk mempertahankan kelangsungan pemerintahannya. Pertanyaan sebenarnya adalah, di mana batas tersebut berada.
Sentimen ketakutan telah menguasai pasar. Brent terus menguat didorong oleh narasi NACHO, atau "No Chance That Hormuz Opens/Tidak Ada Kemungkinan Selat Hormuz Terbuka" Kekhawatiran atas penurunan tajam lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dunia, menutupi berbagai faktor yang berpotensi menekan harga. Pelaku pasar sebagian besar mengabaikan menguatnya dolar AS, perlambatan permintaan global yang dipimpin oleh China, serta meningkatnya kapasitas ekspor melalui jalur alternatif.
Lalu Lintas Melalui Selat Hormuz
Sumber: Bloomberg.
OPEC memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak akan melambat pada 2026. Dalam perkiraan terbarunya, OPEC memperkirakan permintaan akan bertambah sebesar 780,000 barel per hari, turun dari 970,000 barel per hari pada perkiraan sebelumnya. Angka tersebut berada di bawah perkiraan Badan Energi Internasional sebesar 1 juta barel per hari dan estimasi Administrasi Informasi Energi AS sebesar 1.2 juta barel per hari. Prospek yang lebih berhati-hati ini mencerminkan penurunan tajam impor minyak China. Pada Juni, impor turun 41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 29.27 juta barel per hari, level terendah sejak Oktober 2016. Angka tersebut juga 12% lebih rendah dibandingkan level terendah dalam delapan tahun yang tercatat pada Mei.
Impor Minyak China
Sumber: Bloomberg.
Goldman Sachs mengidentifikasi faktor lain yang berpotensi menekan harga Brent. Menurut bank tersebut, tambahan kapasitas jaringan pipa di negara-negara Teluk dapat mengurangi ketergantungan kawasan terhadap Selat Hormuz hingga 45% pada akhir 2027 dan menjadi 60% pada akhir 2028. Namun, para pihak yang meragukan pandangan tersebut menilai bahwa membangun jalur alternatif lebih mudah dibandingkan melindunginya dari potensi serangan.
Penurunan Brent ke level sebelum perang pada awal Juni memberi Washington ruang gerak yang lebih besar. Harga minyak yang lebih rendah memungkinkan Amerika Serikat melanjutkan operasi militernya, didukung oleh ekspor minyak yang tetap kuat serta cadangan strategis yang masih cukup besar. Meskipun telah turun menjadi 316.5 juta barel, cadangan tersebut tetap tergolong besar meski berada pada level terendah sejak 1980-an.
Cadangan Minyak Strategis AS
Sumber: Bloomberg.
Washington memahami bagaimana situasi ini kemungkinan akan berkembang. Seperti yang terjadi pada akhir Februari, Brent diperkirakan akan terus menguat karena sentimen pasar sebelum para trader secara bertahap kembali memusatkan perhatian pada faktor-faktor fundamental yang berpotensi menekan harga. Kondisi tersebut diperkirakan akan membatasi kenaikan lebih lanjut, sehingga Brent kecil kemungkinannya menembus $100 per barel dan bertahan di atas level tersebut dalam waktu lama.
Rencana Trading Mingguan untuk Brent
Dengan mempertimbangkan kondisi pasar minyak saat ini, disarankan untuk menambah posisi beli saat terjadi koreksi di batas bawah kisaran $70–$80. Target harga dapat dinaikkan ke $91 dan $93.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga UKBRENT dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.










































