Tokyo menghadapi risiko kembali mengeluarkan puluhan miliar dolar dengan hasil yang tidak sesuai harapan. Setelah intervensi mata uang gagal pada awal tahun ini, risiko bahwa intervensi Forex musim panas ini kembali tidak efektif semakin meningkat. Mari kita mengulas situasi tersebut serta menyusun rencana trading untuk USD/JPY.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Utama

  • Hedge fund kembali melepas yen.
  • Intervensi mata uang tidak mengubah kondisi fundamental.
  • Bank of Japan diperkirakan segera menaikkan suku bunga.
  • Posisi beli dapat dipertimbangkan jika USD/JPY naik di atas 160.2.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen

Intervensi mata uang dapat memperbaiki ketidakseimbangan dalam posisi pasar, tetapi tidak dapat mengatasi masalah fundamental yang mendasarinya. Jepang menghabiskan rekor $96.4 miliar dalam satu bulan untuk menopang yen, tetapi langkah tersebut hanya sementara meredam permintaan spekulatif terhadap USD/JPY. Hedge fund secara bertahap telah memulihkan kerugian mereka pada pergantian Juli dan Agustus dan dalam dua minggu terakhir kembali membangun posisi beli pada pasangan tersebut. Sepertinya pemerintah kembali mengeluarkan uang tanpa hasil yang berarti.

Posisi Spekulatif pada Yen Jepang

LiteFinance: Posisi Spekulatif pada Yen Jepang

Sumber: Bloomberg.

Perbedaan suku bunga yang lebar antara bank-bank sentral, ketidaksesuaian antara kebijakan fiskal dan moneter Tokyo, serta kenaikan harga minyak—yang membebani perekonomian Jepang—tidak dapat diatasi hanya melalui intervensi mata uang. Scott Bessent memahami hal ini dengan baik dan telah memberi sinyal bahwa BoJ mungkin perlu menaikkan suku bunga kebijakannya paling lambat pada pertemuan berikutnya.

Menteri Keuangan AS mengharapkan Kazuo Ueda dapat menilai situasi dengan tepat. Abenomics pada dasarnya telah mencapai akhir perjalanannya, yang pada intinya merupakan program kebijakan untuk mendorong reflasi. Sementara itu, inflasi di Jepang kembali menunjukkan tren kenaikan meskipun pemerintah telah berupaya mengendalikannya. Pada Agustus, inflasi harga konsumen Tokyo meningkat dari 1.7% menjadi 1.8%. Akibatnya, probabilitas kenaikan suku bunga BoJ pada September melonjak menjadi 84%.

CPI Tokyo

LiteFinance: CPI Tokyo

Sumber: Bloomberg.

Posisi Scott Bessent dapat dipahami. Dalam catatan pengarahan kepada Kongres mengenai partisipasi AS dalam intervensi mata uang terkoordinasi, ia mencatat bahwa Jepang merupakan negara asing yang paling banyak memegang surat utang pemerintah AS. Karena itu, pergerakan yen yang tajam juga dapat berdampak negatif terhadap pasar surat utang pemerintah AS. Namun, penurunan USD/JPY bukan hanya bergantung pada BoJ yang memperketat kebijakan moneter. Kebijakan The Fed juga ikut berpengaruh.

Sayangnya, pernyataan Kevin Warsh yang cenderung mendukung kebijakan suku bunga tinggi di Jackson Hole telah membuka masalah baru. Pasar derivatif telah menaikkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi 66%, sementara peluang terjadinya dua kali kenaikan suku bunga pada 2026 meningkat menjadi 50%. Dalam kondisi ini, pelaku pasar yang mengharapkan USD/JPY turun menghadapi tantangan yang berat.

Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jepang 10 Tahun

LiteFinance: Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jepang 10 Tahun

Sumber: Bloomberg.

Harapan terbaik bagi yen mungkin terletak pada perubahan strategi investasi Government Pension Investment Fund (GPIF) Jepang. Pemerintah sebelumnya telah mendorong dana tersebut untuk meningkatkan alokasinya ke aset domestik, tetapi GPIF menegaskan bahwa keputusan investasinya akan tetap berpedoman pada kepentingan para penerima manfaat. Meski demikian, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun di atas 3%—level tertinggi sejak 1996—membuat aset domestik semakin menarik dan dapat mendorong pemulangan modal ke Jepang saat GPIF menyeimbangkan kembali portofolionya.

Rencana Trading Mingguan untuk USDJPY

Upaya kedua untuk menembus level 159.5 lebih berhasil dibandingkan yang pertama. Jika USD/JPY naik di atas 160.2, posisi beli dapat ditambah.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.

Grafik harga USDJPY dalam mode real time

Intervensi Yen Jepang yang Gagal Membuat Pelaku Beli Tetap Menguasai Pasar. Perkiraan untuk 01.09.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat