Jepang tampaknya berhasil mencapai tujuan jangka panjangnya untuk memperkuat yen. Intervensi mata uang, perkiraan kenaikan suku bunga BoJ secara agresif, dan kembali masuknya aliran modal semuanya membantu mendorong mata uang Jepang menguat. Mari kita melihat situasinya serta menyusun rencana trading untuk USD/JPY.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Utama
- Keterlibatan AS dinilai menjadi hal yang diperlukan dalam intervensi mata uang.
- BoJ diperkirakan akan mengambil langkah yang lebih agresif.
- Minat dana pensiun terhadap aset Jepang terus mengalami peningkatan.
- Posisi beli dapat dibuka jika pasangan USD/JPY menembus 154.4.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen
Kegigihan akhirnya membuahkan hasil. Jepang akhirnya mencapai apa yang sudah lama diimpikan pemerintah, yaitu memperkuat yen. Penurunan USD/JPY ke level terendah dalam 7 bulan dimulai dengan intervensi mata uang dan berlanjut ketika kondisi fundamental berubah. Pasangan tersebut kemudian menembus level teknikal 155, memicu likuidasi besar-besaran posisi beli dan semakin mendorong penurunan.
Scott Bessent memiliki alasan untuk berbangga. Menteri Keuangan AS itu mengatakan bahwa keterlibatan AS dalam intervensi pasar Forex diperlukan. Jepang tercatat sebagai pemegang terbesar obligasi pemerintah AS, dan penjualan obligasi tersebut dalam rangka intervensi mata uang berpotensi mendorong imbal hasil lebih tinggi. Di sisi lain, pelemahan yen turut menekan mata uang Asia lainnya, sehingga mengurangi daya saing produsen AS.
Kepemilikan Sekuritas Asing Jepang
Sumber: Bloomberg.
Kementerian Keuangan Jepang mencatat kepemilikan surat berharga asing merosot sebesar $87.8 miliar pada akhir musim panas. Angka tersebut kurang lebih sebanding dengan skala intervensi Forex yang dilakukan pada pergantian Juli dan Agustus.
Namun, rekam jejak intervensi sebelumnya menunjukkan bahwa langkah tersebut lebih sering gagal daripada berhasil membalikkan arah USD/JPY. Tokyo kemudian perlu mengubah fundamental, dan upaya itu dilakukan secara efektif. Anggota Dewan Kebijakan Hajime Takata terlebih dahulu mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September belum menjadi keputusan final. BoJ bahkan berpotensi mengambil langkah yang lebih agresif. Nomura Securities kemudian menyatakan bahwa bank sentral diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin pada setiap pertemuan bulan September, Oktober, dan Desember.
Percepatan pengetatan kebijakan moneter bukan satu-satunya pemicu penurunan tajam harga USD/JPY. Spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa daya tarik aset Jepang yang semakin meningkat mendorong investor institusi besar melakukan pembelian. Arus modal yang masuk ke Jepang pun berpotensi meningkat dan menopang penguatan yen.
Imbal Hasil Obligasi di AS dan Jepang
Sumber: Bloomberg.
Dana pensiun terbesar Jepang dan Norwegia mulai memberi sinyal akan menambah eksposur terhadap ekonomi terbesar ketiga dunia. Pada Agustus, GPIF untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun menggelar rapat khusus di luar jadwal, yang disebut-sebut membahas potensi realokasi aset. Sementara itu, GPFN Norwegia mengumumkan perubahan strategi investasinya. Sebelumnya, dana tersebut mengalokasikan portofolio berdasarkan porsi masing-masing negara dalam ekonomi global. Kini, dasar alokasi beralih ke kapitalisasi pasar. Pergeseran tersebut berpotensi mengalirkan tambahan $17 miliar ke surat berharga Jepang dan menjadi faktor pendukung bagi yen.
Rencana Trading Mingguan untuk USDJPY
Persoalan arus modal masih belum terpecahkan, sementara perubahan fundamental yang berarti akan sangat bergantung pada sikap kebijakan Bank of Japan yang hingga kini belum disampaikan secara tegas. Kondisi tersebut membuka kemungkinan bahwa pelaku pasar yang memperkirakan penguatan yen telah bergerak terlalu jauh. Di tengah situasi ini, data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memicu pemulihan USD/JPY. Jika harga menembus level resistance 154.4, pertimbangkan untuk membuka posisi beli.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga USDJPY dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.









