Terlepas dari berbagai upaya pemerintah Jepang untuk mendukung yen, risiko kekecewaan pasar tetap tinggi. Intervensi mata uang secara historis hanya memberikan dampak terbatas, sedangkan repatriasi modal memerlukan waktu. Mari kita cermati situasinya serta menyusun rencana trading untuk USD/JPY.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Proses repatriasi modal memerlukan waktu yang cukup lama.
- Bank of Japan dinilai bergerak terlalu lambat dalam mengambil langkah.
- Intervensi mata uang dinilai sebagian besar tidak efektif.
- Kenaikan yang diikuti koreksi ke bawah 162.85 pada USD/JPY dapat menjadi peluang untuk posisi jual.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen
Para spekulan masih mengabaikan peringatan lisan dan intervensi mata uang. Rencana pemerintah untuk mendorong dana pensiun berinvestasi pada aset domestik memerlukan waktu untuk diimplementasikan, sedangkan pengetatan kebijakan moneter Bank of Japan masih berlangsung terlalu lambat untuk melemahkan pelaku pasar yang memperkirakan kenaikan USD/JPY. Akibatnya, Kshitij Consultancy Services, salah satu lembaga dengan perkiraan yen paling akurat pada kuartal kedua, memperkirakan dolar AS berpotensi menguat menuju ¥170.
Seiring kuatnya kinerja pasar saham Jepang, pemerintah berupaya mendorong dana pensiun dan masyarakat untuk meningkatkan investasi pada aset domestik. Sekilas, pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi dapat memberikan dukungan bagi pelaku pasar yang memperkirakan penurunan USD/JPY. Societe Generale memperkirakan GPIF berpotensi membeli tambahan obligasi pemerintah senilai $76 miliar, sedangkan Deutsche Bank memperkirakan potensi repatriasi modal mencapai $440 miliar.
Imbal Hasil Yen dan Mata Uang G10 Lainnya
Sumber: Bloomberg.
Namun, Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengambil pandangan yang lebih berhati-hati. Pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk memaksa GPIF berinvestasi pada aset Jepang, sementara proses repatriasi modal memerlukan waktu. Oleh sebab itu, perhatian investor tetap tertuju pada kebijakan fiskal dan moneter. Meski suku bunga overnight telah naik sebesar 125 basis poin, selisih imbal hasil Jepang dibandingkan negara-negara G10 masih cukup lebar.
Di tengah kondisi tersebut, pelaku carry trade tetap memanfaatkan yen sebagai mata uang pendanaan dengan imbal hasil rendah. Strategi ini dinilai semakin menarik karena Goldman Sachs menyebut kondisi carry trade saat ini sebagai salah satu yang paling menguntungkan dalam dua dekade terakhir. Volatilitas yang rendah serta pasar saham yang tetap tangguh di tengah risiko geopolitik turut mendukung tingginya minat investor terhadap aset berisiko.
Posisi Bersih Dolar AS Milik Investor Ritel Jepang
Sumber: Bloomberg.
Akibatnya, efektivitas intervensi mata uang pemerintah semakin dipertanyakan. Bukan para spekulan, justru pihak otoritas yang tampaknya sedang menghadapi fundamental pasar. Di sisi lain, meningkatnya posisi bersih jual dolar AS oleh trader ritel hingga mencapai rekor tertinggi mengindikasikan bahwa intervensi di pasar Forex mungkin hanya memiliki efektivitas yang terbatas. Trader dapat memanfaatkan setiap penguatan yen untuk posisi beli pada level yang lebih menarik, sehingga berpotensi memicu pergerakan tajam USD/JPY seperti yang terjadi pada April dan Mei.
Pendekatan bertahap Bank of Japan dalam memperketat kebijakan moneter masih belum mampu memberikan dukungan yang signifikan terhadap yen. Dengan jeda sekitar enam bulan pada setiap kenaikan suku bunga, pelaku carry trade tetap memperoleh keuntungan dari selisih suku bunga yang masih lebar.
Rencana Trading Mingguan untuk USDJPY
Seiring harga USD/JPY bergerak lebih tinggi, risiko intervensi mata uang juga meningkat. Oleh karena itu, penembusan di atas 162.85 yang kemudian diikuti koreksi ke bawah level tersebut dapat menjadi peluang untuk membuka posisi jual.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga USDJPY dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.









