Selama harga minyak terus mengalami kenaikan dan Bank of Japan menahan diri untuk tidak menaikkan suku bunga, pelaku carry trade cenderung terus melakukan penjualan terhadap yen. Dalam konteks ini, intervensi mata uang Jepang diperkirakan tidak akan efektif atau membalikkan tren kenaikan yang berlaku pada USD/JPY. Mari kita lihat situasi ini serta menyusun rencana trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Jepang memutuskan melakukan intervensi di pasar Forex.
  • Cadangan pemerintah Jepang dinilai cukup untuk mengulangi langkah ini hingga 30 kali.
  • Secara fundamental, yen berada dalam kondisi lemah.
  • Posisi beli pada USD/JPY dapat dibuka jika harga menembus harga 157.65 dan 157.85.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen

Goldman Sachs memperkirakan intervensi mata uang Jepang pada akhir April mencapai sekitar ¥5 triliun serta menilai bahwa otoritas masih memiliki kapasitas untuk kembali melakukan intervensi di pasar Forex. Meskipun cadangan dinilai memadai, faktor penentu utama adalah timing. Periode libur Golden Week, penurunan likuiditas, dan akumulasi posisi jual yen terbesar sejak Januari menciptakan kondisi yang kondusif untuk intervensi. Namun demikian, efektivitas langkah ini masih belum dapat dipastikan.

Berdasarkan analisis akun bank sentral, estimasi Bloomberg sejalan dengan Goldman Sachs. Volume intervensi diperkirakan sebesar ¥5.4 triliun. Rata-rata nilai intervensi Jepang di pasar Forex sepanjang 2024 tercatat sebesar ¥3.7 triliun. Pada saat yang sama, cadangan emas dan devisa negara tersebut mencapai $1.2 triliun per akhir Maret, dengan $161.7 miliar dalam bentuk mata uang asing. Jepang memiliki kapasitas untuk menunjukkan kekuatan intervensinya. Namun, apakah langkah tersebut mampu menghentikan tren kenaikan harga USD/JPY.

Korelasi Antara Harga Minyak Mentah dan Nilai Yen

LiteFinance: Korelasi Antara Harga Minyak Mentah dan Nilai Yen

Sumber: Bloomberg.

Jepang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor energi, dan sebelum konflik di Timur Tengah, sekitar 90–95% pasokan minyak dan gasnya berasal dari kawasan tersebut. Dalam konteks ini, korelasi antara yen dan Brent mencapai level tertinggi. Data Polymarket menunjukkan peluang terbukanya Selat Hormuz turun ke 40% pada akhir Juni, sehingga harga minyak diperkirakan meningkat dan mendorong USD/JPY ke level yang lebih tinggi.

Bank of Japan berpotensi menahan tekanan beli melalui pengetatan kebijakan moneter, namun Kazuo Ueda tidak menunjukkan urgensi untuk menaikkan suku bunga overnight. Probabilitas dimulainya kembali siklus pengetatan moneter pada bulan Juni terus menurun, sehingga memberikan tekanan terhadap yen.

Peluang Kenaikan Suku Bunga BoJ pada Bulan Juni

LiteFinance: Peluang Kenaikan Suku Bunga BoJ pada Bulan Juni

Sumber: Bloomberg.

Apabila biaya pinjaman di Jepang tetap stagnan sementara indeks saham AS terus mencapai rekor tertinggi baru, strategi carry trade akan tetap menarik. Di sisi lain, yen yang berperan sebagai mata uang pendanaan dalam strategi tersebut akan cenderung tertekan.

Secara resmi, intervensi mata uang Jepang bertujuan untuk mengurangi aktivitas pelaku carry trade. Namun demikian, data historis menunjukkan bahwa terlepas dari besarnya intervensi Tokyo di pasar Forex dalam beberapa tahun terakhir, imbal hasil carry trade yang melibatkan peso Meksiko dan yen tetap melampaui investasi pada indeks S&P 500. Nilainya tergolong signifikan.

Carry Trade dan Performa S&P 500

LiteFinance: Carry Trade dan Performa S&P 500

Sumber: Bloomberg.

Dengan demikian, keberhasilan pemerintah Jepang bersifat sementara. Kenaikan harga minyak, sikap pasif BoJ, serta meningkatnya permintaan terhadap carry trade membuat yen menjadi rentan.

Rencana Trading Mingguan untuk USDJPY

Saya telah berulang kali menegaskan bahwa penurunan tajam harga USD/JPY pasca intervensi mata uang menciptakan peluang optimal untuk mengambil posisi beli. Pelaku pasar yang melewatkan peluang tersebut masih dapat membuka posisi beli selama harga tetap berada di atas 157.35. Breakout di atas level resistance 157.65 dan 157.85 akan menjadi sinyal beli.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga USDJPY dalam mode real time

Yen Melonjak Sejenak Setelah Intervensi di Pasar Forex. Perkiraan untuk 05.05.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat