Rapat kebijakan Bank of Japan, bersama dengan intervensi mata uang oleh pemerintah, telah dua kali membatasi momentum para pembeli USD/JPY. Apakah pola tersebut akan terulang pada Juni? Kemungkinan ada, terutama jika BoJ memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga. Mari kita analisis situasinya serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Kekecewaan pasar terhadap BoJ akan memicu lonjakan harga USD/JPY.
- Potensi intervensi mata uang berisiko meningkat.
- Kondisi yen saat ini lebih kuat dibandingkan satu bulan sebelumnya.
- Penembusan di atas 160 yang kemudian diikuti penurunan kembali ke bawah level tersebut menjadi alasan untuk sell USD/JPY.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen
Jika suatu peristiwa terjadi sekali, belum tentu akan terulang. Namun, jika sudah terjadi dua kali, kemungkinan terjadinya untuk ketiga kalinya menjadi lebih besar. Pada 2024, Jepang melakukan intervensi di pasar Forex pada akhir April dan awal Mei setelah rapat BoJ yang diikuti oleh pelemahan yen. Kekecewaan pasar terhadap bank sentral memaksa pemerintah melakukan intervensi guna membatasi antusias para pembeli USD/JPY. Menjelang rapat Dewan Gubernur pada Juni, pasar kembali menghadapi situasi yang mengingatkan pada peristiwa tersebut.
Pasar berjangka menunjukkan peluang 75% bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga overnight pada rapat musim panas pertamanya. Namun, data terbaru yang menunjukkan perlambatan inflasi dapat membuat pejabat BoJ yang mendukung penundaan kenaikan suku bunga meyakinkan anggota lainnya untuk melanjutkan jeda dalam siklus pengetatan moneter. Jika itu terjadi, harga USD/JPY kemungkinan akan melonjak melewati level psikologis penting 160.
Posisi Spekulatif pada Yen Jepang
Sumber: Bloomberg.
Spekulan mengandalkan skenario tersebut. Hedge fund dan manajer aset telah meningkatkan posisi penjualan bersih mereka terhadap yen ke level tertinggi dalam hampir dua tahun, meskipun pemerintah telah berulang kali memberikan peringatan. Akibatnya, Satsuki Katayama kembali melancarkan intervensi verbal. Menteri Keuangan menyatakan bahwa otoritas siap mengambil tindakan tegas jika melihat peningkatan volatilitas atau tanda-tanda aktivitas spekulatif di pasar Forex.
Pada akhir April dan awal Mei, Jepang mengalokasikan ¥11.7 triliun untuk intervensi mata uang. Nilai tersebut melampaui perkiraan pasar yang berada di angka ¥10 triliun dan memunculkan spekulasi bahwa lebih dari dua intervensi mungkin telah dilakukan dalam periode yang relatif singkat. Jika hal itu benar, otoritas berpotensi kembali melakukan intervensi sebelum harga USD/JPY mencapai level 160.
Nilai Tukar USD/JPY dan Intervensi pada Pasar Forex
Sumber: Bloomberg.
Pada dasarnya, intervensi mata uang hanya berfungsi untuk memberikan waktu tambahan dan bukan merupakan faktor yang mengubah arah tren. Walaupun yen saat ini berada pada level yang sama seperti pada awal Mei, prospek fundamentalnya jauh lebih positif dibandingkan periode tersebut. Konflik di Timur Tengah diperkirakan mendekati akhir, sehingga harga minyak berpotensi turun dan memberikan manfaat lebih besar bagi Jepang sebagai importir bersih minyak mentah dibandingkan AS. Selain itu, The Fed memiliki alasan yang semakin terbatas untuk menaikkan suku bunga dana federal, sementara permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven berpotensi melemah.
Semua faktor ini, bersama posisi spekulatif terhadap yen yang dinilai terlalu tinggi, mendorong Eurizon SLJ Capital untuk memperkirakan bahwa tren naik harga USD/JPY akan mengalami pembalikan. Dalam kondisi tersebut, otoritas kemungkinan tidak perlu lagi melakukan intervensi untuk memperoleh waktu tambahan, terutama apabila Bank of Japan memenuhi ekspektasi pasar dengan menaikkan suku bunga overnight menjadi 1% pada bulan Juni.
Rencana Trading Mingguan untuk USDJPY
Apabila pada April dan Mei strategi yang disarankan adalah beli USD/JPY setelah intervensi mata uang, saat ini intervensi serupa berpotensi menjadi pemicu pembalikan tren naik. Jika harga berhasil menembus level 160 lalu mengalami penurunan tajam, pembukaan posisi jual dapat dipertimbangkan.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.









