Alih-alih perdagangan TACO atau "Trump Always Chickens Out", pasar kini memunculkan istilah baru. Hal ini mengimplikasikan perdagangan berdasarkan asumsi bahwa Selat Hormuz tidak akan pernah dibuka kembali, yang merupakan faktor kenaikan bagi minyak dan dolar AS. Mari kita bahas topik ini dan menyusun rencana perdagangan untuk pasangan mata uang EUR/USD

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin Utama

  • Pasar keuangan mulai terbiasa dengan kondisi baru yang ada.
  • Peluang dibukanya kembali Selat Hormuz semakin menipis.
  • Data inflasi akan memberikan petunjuk bagi arah pergerakan dolar AS.
  • Posisi jual dapat ditingkatkan jika pasangan mata uang EUR/USD turun di bawah level 1.174.

Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar

Tidak ada pilihan yang menguntungkan, dan akronim baru telah muncul di pasar — NACHO, atau "Not A Chance Hormuz Opens" (Tidak Ada Peluang Hormuz Dibuka). Polymarket telah menurunkan probabilitas pembukaan kembali Selat Hormuz pada akhir Juni dari 80% menjadi 42% selama sebulan terakhir, dan Donald Trump tidak mengesampingkan kemungkinan dimulainya kembali permusuhan. AS tidak menginginkan hal itu, namun satu-satunya alternatif yang ada hanyalah kesepakatan yang buruk.

Menyadari bahwa AS tidak cenderung untuk melanjutkan konflik bersenjata, Iran memposisikan dirinya sebagai pemenang dan menuntut pencabutan sanksi serta kompensasi perang. Di Timur Tengah, kegagalan untuk memberikan respons yang tegas sering kali dianggap sebagai tanda kelemahan. Donald Trump mengeluarkan terlalu banyak ancaman yang pada akhirnya tidak terealisasi, sehingga memberani Tehran dan membuatnya semakin tidak acuh. Terhadap latar belakang ini, investor bertransaksi berdasarkan ekspektasi kenaikan harga minyak, ekuitas yang lebih kuat, dan imbal hasil Treasury yang lebih tinggi.

Di tengah latar belakang ini, dolar AS seharusnya menguat. Namun, Morgan Stanley memperkirakan dolar akan turun karena membaiknya keinginan atas risiko global dan adanya divergensi dalam kebijakan moneter. Pasar berjangka menempatkan peluang suku bunga federal funds tetap di level 3.75% hingga akhir tahun 2026 sebesar 68%, sementara pembaruan prakiraan ahli dari Bloomberg kini mencakup bukan hanya satu, melainkan dua putaran pengetatan moneter ECB pada bulan Juni dan September.

Perkiraan Suku Bunga Deposito ECB

LiteFinance: Perkiraan Suku Bunga Deposito ECB

Sumber: Bloomberg.

Menurut pandangan saya, jika Selat Hormuz tetap tertutup, harga minyak mentah Brent akan melonjak lebih tinggi lagi. Pada saat yang sama, meningkatnya ekspektasi inflasi dan inflasi yang terus tinggi secara persisten dapat memaksa Federal Reserve untuk mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter. Dalam skenario seperti itu, Fed akan lebih cenderung menaikkan suku bunga dibandingkan ECB. Ekonomi AS secara signifikan lebih kuat daripada Eropa dan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menahan kondisi keuangan yang lebih ketat.

Namun, ECB kemungkinan besar harus tetap berhati-hati, bahkan di tengah latar belakang meningkatnya prakiraan inflasi menjadi 2.9%, menurut survei ahli terbaru dari Bloomberg.

Perkiraan Tingkat Inflasi Zona Euro

LiteFinance: Perkiraan Tingkat Inflasi Zona Euro

Sumber: Bloomberg.

Terhadap latar belakang ini, rilis data harga konsumen AS untuk bulan April dapat menentukan arah pergerakan pasangan mata uang EUR/USD. CPI diperkirakan akan mengalami percepatan dari 3.3% menjadi 3.7%, sementara inflasi inti diprediksi naik tipis dari 2.6% menjadi 2.7%. Jika data tersebut melampaui ekspektasi, kemungkinan Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneter pada tahun 2026 akan meningkat, memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS.

Selain itu, kebuntuan dalam konflik Timur Tengah mencegah investor untuk meninggalkan dollar AS sebagai aset safe-haven, meskipun indeks saham AS mencapai rekor tertinggi dan keinginan atas risiko global sedang kuat.

Rencana Perdagangan EUR/USD untuk Mingguan

Pasangan mata uang EUR/USD telah gagal menembus level resistance 1.178 untuk kelima kalinya selama lima hari terakhir. Ketika pasar menolak untuk bergerak ke arah yang diharapkan para trader, pasar sering kali bergerak ke arah yang berlawanan. Penembusan di bawah level support 1,174 akan menjadi sinyal peluang untuk menambah posisi jual yang telah dibuka di dekat batas atas rentang konsolidasi level 1.168–1.178.


Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga turut dipertimbangkan.

Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Dolar AS Menguat Seiring Pasar Mulai Mengadopsi Perdagangan 'NACHO'. Perkiraan pada 12.05.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat