Jika sebelumnya Donald Trump mengkritik Jerome Powell karena enggan memangkas suku bunga, kini ia mengalihkan fokusnya pada Federal Reserve secara keseluruhan. Argumen yang berkembang adalah bahwa Kevin Warsh akan menghadapi komite yang resisten terhadap pelonggaran kebijakan. Mari kita cermati implikasinya terhadap kebijakan moneter dan menyusun rencana perdagangan untuk pasangan mata uang EUR/USD.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin Utama
- Data pasar tenaga kerja AS terindikasi mengecewakan.
- The Fed dapat mulai mengalihkan fokus perhatiannya pada inflasi.
- Pemerintah AS melayangkan kritik terhadap bank sentral.
- Posisi beli pada pasangan mata uang EUR/USD dapat dipertimbangkan dengan target di level 1.154 dan 1.162.
Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar
Tidak ada satu pun poin dalam laporan ini yang menunjukkan bahwa The Fed harus menaikkan suku bunga. Pasar pun menarik kesimpulan serupa, mendorong pasangan mata uang EUR/USD melonjak ke atas level 1.147 di tengah rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Juni yang hanya tumbuh sebesar 57,000. Padahal, angka tersebut sebelumnya diperkirakan akan meningkat sebesar 115,000—dua kali lipat lebih tinggi. Bahkan, penurunan tingkat pengangguran menjadi 4.2% pun tidak cukup mampu menutupi pil pahit dari lambatnya pertumbuhan data ketenagakerjaan ini. Kondisi pasar tenaga kerja saat ini sangat ketat, sehingga jika pembacaan angka Nonfarm Payrolls berada di zona negatif sekalipun, tingkat pengangguran tetap berisiko mengalami penurunan lebih lanjut.
Data Penggajian Non-Pertanian AS
Sumber: Wall Street Journal.
Pada kenyataannya, The Fed tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pada satu laporan saja. Meskipun angka untuk bulan April–Mei direvisi turun sebesar 74,000, penyerapan tenaga kerja telah tumbuh rata-rata 92,000 sejak awal tahun ini. Ini merepresentasikan perbaikan yang signifikan dibandingkan dengan paruh kedua tahun lalu. Dari Juli hingga Desember 2025, angka tersebut sempat mengalami penurunan sebesar 8,000 per bulan. Hal itulah yang memberikan dasar bagi The Fed untuk memangkas suku bunga sebelumnya.
Jelas sekali bahwa angka di bulan Juni tidak memberikan sinyal bahwa suku bunga harus dinaikkan. Namun, data inflasi semester pertama yang positif memberikan kesempatan bagi The Fed untuk melakukan apa yang sering disampaikan oleh Kevin Warsh—yaitu fokus pada inflasi. Menurut Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, harga konsumen secara bertahap akan melambat karena dampak dari tarif serta konflik di Timur Tengah bersifat sementara, sementara kebijakan moneter The Fed sendiri tetap berada dalam kondisi yang ketat.
Skenario inilah yang telah saya gambarkan setelah konferensi pers pertama Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed. Bank sentral tidak akan memangkas suku bunga; pasar telah bertindak terlalu cepat mendahului realitas; dan retorika ketat sangat diperlukan untuk membangun kredibilitas di dalam komite FOMC. Pidato-pidato dari para pejabat AS pun mengonfirmasi hal tersebut.
Menurut Donald Trump, Kevin Warsh menghadapi komite yang resisten yang menghalanginya untuk melakukan tindakan yang diperlukan—yaitu memotong suku bunga. Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, meyakini bahwa para pejabat FOMC akan memberikan suara untuk menaikkan suku bunga acuan hanya demi mengesalkan Presiden AS. Pihak Gedung Putih membutuhkan kambing hitam; dan jika dulu Jerome Powell yang menjadi kambing hitam tersebut, sekarang sasarannya adalah seluruh komite.
Ekspektasi Pasar Terhadap Kenaikan Suku Bunga Fed
Sumber: Bloomberg.
Bagaimanapun juga, ekspektasi pasar berjangka terhadap tingkat pengetatan moneter terus mengalami penurunan, yang pada gilirannya memberikan tekanan pada dolar AS. Stabilisasi dalam lingkungan geopolitik global dapat menambah tekanan turun pada Indeks USD. Kebijakan tarif Donald Trump serta konflik di Timur Tengah sebelumnya telah mendongkrak permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman. Jika permintaan tersebut mulai mereda, hal itu dapat menjadi katalis bagi penguatan lebih lanjut pada mata uang euro.
Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD
Asumsi bahwa pasar belum menyadari strategi Kevin Warsh terbukti benar. Alhasil, posisi beli dapat dibuka pada pasangan mata uang EUR/USD di level 1.1385. Di saat yang sama, laporan ketenagakerjaan yang mengecewakan telah mendorong harga naik menuju target di level 1.1465. Target kenaikan baru selanjutnya berada pada kisaran 1.154 dan 1.162.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari institusi keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.





















































































































































































































































































































































