Melemahnya ekonomi Inggris dan inflasi yang enggan meningkat membuat Bank of England merasa nyaman mempertahankan suku bunga saat ini. Perbedaan arah kebijakan moneter dengan Federal Reserve mendukung tekanan turun bagi pelaku jual GBP/USD. Mari menganalisis situasi ini dan menyusun rencana trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • BoE akan mempertahankan suku bunga repo pada level 3.75%.
  • Kemungkinan BoE menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat terus menurun.
  • Risiko politik memberikan tekanan terhadap pound.
  • Koreksi pada GBP/USD dapat memberikan peluang untuk menambah posisi jual yang dibuka di 1.3450.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Pound Sterling

Apa yang sebelumnya dipandang sebagai peristiwa besar yang berpotensi mengubah keadaan ternyata dapat berakhir sebagai hari yang biasa saja. Pertemuan Bank of England dan pemilihan tambahan Makerfield semula diperkirakan menjadi "Super Thursday" bagi pound. Namun, semakin jelasnya prospek inflasi Inggris serta hampir pastinya kandidat utama perdana menteri mengamankan kursi di parlemen telah mengurangi dampak penting dari peristiwa-peristiwa tersebut.

Menurut Bloomberg, Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga repo pada tingkat 3.75% melalui keputusan pemungutan suara tujuh berbanding dua. Pasar futures masih mengindikasikan pengetatan kebijakan moneter sebesar 25-basis-point pada 2026, meskipun sentimen investor secara perlahan semakin mengarah pada keyakinan bahwa biaya pinjaman akan tetap bertahan pada tingkat saat ini hingga penghujung tahun.

Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga REPO Bank of England

LiteFinance: Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga REPO Bank of England

Sumber: Bloomberg.

Landasan utama dari pandangan tersebut adalah keyakinan bahwa percepatan inflasi bersifat sementara. Harga konsumen di Inggris meningkat 2.8% pada Mei, berada di bawah perkiraan pasar. Tingkat tersebut juga lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat, meskipun negara tersebut memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap impor energi. Di samping itu, dengan harga minyak Brent turun di bawah $80 per barel seiring berakhirnya konflik di Timur Tengah, Bloomberg memperkirakan pertumbuhan CPI tidak akan melampaui 3% pada 2026. Angka ini berada di bawah proyeksi paling optimistis Bank of England sebesar 3.6%, sedangkan skenario yang lebih pesimistis memperkirakan inflasi berpotensi melonjak hingga 6% akibat krisis minyak paling berat dalam sejarah.

Harga Minyak dan Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga BoE

LiteFinance: Harga Minyak dan Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga BoE

Sumber: Bloomberg.

Jika dikaitkan dengan indikasi perlambatan ekonomi Inggris, isu pengetatan kebijakan moneter tampaknya tidak lagi menjadi agenda utama. Setelah mencatat pertumbuhan sebesar 0.6% pada kuartal pertama, GDP mengalami kontraksi 0.1% pada April, sekaligus menandai penurunan pertama sejak Agustus. Tingkat pengangguran memang menunjukkan sedikit perbaikan, namun masih bertahan pada level yang secara historis tergolong tinggi.

Risiko politik yang membayangi pound masih belum mereda. Josh Simons, anggota parlemen untuk Makerfield, telah mengundurkan diri. Menurutnya, langkah tersebut akan membuka jalan bagi Andy Burnham untuk menjadi pemimpin Partai Buruh sekaligus perdana menteri. Para investor melepas obligasi dan pasangan GBP/USD di tengah kekhawatiran bahwa kepala pemerintahan yang baru akan mendorong stimulus fiskal.

Dengan demikian, perbedaan kebijakan moneter antara Bank of England dan The Fed, serta tingginya risiko politik akibat potensi pergantian pemerintahan Inggris, terus menekan pound terhadap dolar AS. Bahkan pernyataan BoE yang cenderung mendukung kebijakan moneter lebih ketat tampaknya kecil kemungkinan mampu memperbaiki situasi ini. Satu-satunya faktor yang dapat menyelamatkan pound adalah menurunnya probabilitas The Fed memperketat kebijakan moneter.

Rencana Trading Mingguan untuk GBP/USD

Dalam situasi seperti ini, posisi jual yang dibuka di 1.345 pada GBP/USD tampak sebagai strategi yang tepat. Selama pasangan ini diperdagangkan di bawah 1.328, setiap kenaikan sebaiknya dimanfaatkan untuk menambah posisi jual.


Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga GBPUSD dalam mode real time

Pound Turun di Tengah Kondisi Ekonomi Inggris yang Melemah. Perkiraan untuk 18.06.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat