Pemerintah AS dan Jepang sama-sama berupaya menempatkan sekutu di posisi penting bank sentral untuk memperbesar pengaruh mereka. Namun, meskipun Donald Trump hanya meraih keberhasilan terbatas, Sanae Takaichi justru menunjukkan efektivitas yang lebih kuat. Mari kita bahas topik ini serta menyusun rencana trading untuk USD/JPY.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Pemerintah Jepang berupaya memperoleh kendali atas BoJ.
- BoJ akan menaikkan suku bunga pada bulan Oktober atau Desember.
- The Fed siap memperketat kebijakan pada bulan September.
- Pertimbangkan posisi jual pada USDJPY apabila turun di bawah 161.45.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen
Donald Trump secara terbuka menekan The Fed untuk menurunkan suku bunga, sementara Sanae Takaichi menempuh strategi yang lebih tersembunyi. Meski secara publik mendukung pengetatan Bank of Japan, ia turut mendorong penempatan pejabat berhaluan kebijakan yang lebih longgar di Dewan Gubernur. Salah satunya, Toichiro Osada, menolak pengetatan lanjutan, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa BoJ akan memperlambat normalisasi kebijakan dan mendukung berlanjutnya penguatan USD/JPY.
Dewan Gubernur yang beranggotakan sembilan orang diperkirakan dalam 12 bulan ke depan akan memiliki hingga empat anggota yang mendukung agenda kebijakan moneter dan fiskal ekspansif Sanae Takaichi. Situasi ini mencerminkan kemungkinan meningkatnya pengaruh terhadap bank sentral, sesuatu yang sejauh ini gagal dicapai Donald Trump. Kekhawatiran terhadap independensi Bank of Japan turut menjadi faktor yang mendorong pasangan mata uang USD/JPY mencapai level terkuat sejak 1986.
Perkiraan Waktu Kenaikan Suku Bunga BoJ Berikutnya
Sumber: Bloomberg.
Bank of Japan perlu segera menaikkan suku bunga menuju tingkat netral, yaitu tingkat yang tidak lagi bersifat mendorong maupun menekan aktivitas ekonomi. Langkah ini penting dilakukan sebelum waktu terlewat dan sebelum kelompok berhaluan kebijakan yang lebih longgar semakin dominan di Dewan Gubernur.
Pesan Wakil Gubernur Ryozo Himino semakin tegas. Ia memperingatkan bahwa penundaan pengetatan moneter dapat membuat Bank of Japan terpaksa menaikkan suku bunga secara lebih agresif di kemudian hari, yang pada akhirnya meningkatkan biaya penyesuaian bagi perekonomian. Namun demikian, survei Bloomberg menunjukkan 52% ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga BoJ berikutnya baru terjadi pada Desember, sementara 36% memproyeksikan Oktober sebagai waktu yang paling mungkin.
Sikap hati-hati BoJ terus membebani yen. Lebar selisih suku bunga dengan The Fed mendorong arus modal keluar dari Jepang menuju Amerika Serikat, sehingga memberikan dukungan berkelanjutan bagi USD/JPY. Pasangan ini juga menguat karena ekspektasi pasar bahwa The Fed masih belum selesai dalam siklus pengetatan suku bunga. Berdasarkan harga derivatif, investor memperkirakan peluang 77% kenaikan suku bunga pada September dan 59% kemungkinan dua kenaikan tambahan sebelum akhir tahun.
USD/JPY dan Intervensi Mata Uang Jepang
Sumber: Bloomberg.
Keinginan pemerintah untuk mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif semakin dibatasi oleh pelemahan yen. Jika depresiasi berlanjut, tekanan inflasi dapat meningkat, terutama karena kenaikan biaya energi yang masih tercermin dalam CPI inti Jepang. Oleh karena itu, Tokyo berpotensi tidak memiliki banyak pilihan selain meningkatkan upaya stabilisasi mata uang melalui intervensi.
Namun, otoritas menghadapi dua hambatan utama: terbatasnya efektivitas intervensi sebelumnya yang telah menghabiskan sekitar 73 miliar dolar AS, serta kuatnya fundamental dolar Amerika Serikat. Pasar cenderung mengabaikan peringatan Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengenai kemungkinan tindakan tegas. Jika peringatan tersebut disampaikan oleh diplomat mata uang utama Jepang, Atsushi Mimura, seperti pada bulan April, investor kemungkinan akan memberikan perhatian yang jauh lebih besar.
Rencana Trading Mingguan untuk USDJPY
Kemungkinan besar, intervensi mata uang sudah di depan mata. Jika USD/JPY turun di bawah 161.45, posisi jual dapat dibuka.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga USDJPY dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

































































