Pasar memiliki ingatan yang kuat. Setiap kali muncul perbandingan dengan Plaza Accord tahun 1985, ekspektasi akan adanya intervensi terkoordinasi cenderung memicu aksi jual dolar AS — tidak hanya terhadap yen Jepang, tetapi juga terhadap berbagai mata uang global lainnya. Mari kita cermati situasinya dan menyusun rencana perdagangan untuk pasangan mata uang EUR/USD.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin Utama
- Pejabat The Fed siap untuk menaikkan suku bunga.
- AS telah kembali ke jalur diplomasi di Timur Tengah.
- Intervensi mata uang telah melemahkan dolar AS.
- Posisi beli dapat ditambah jika pasangan mata uang EUR/USD menembus level 1.1540.
Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar AS
Pernyataan agresif dari The Fed tidak lagi cukup untuk menyokong dolar AS saat Washington mengalihkan medan tempur dari Timur Tengah ke pasar mata uang, bahkan ketika indeks saham AS terus mencatatkan penguatan. Intervensi terkoordinasi oleh AS dan Jepang untuk memperkuat yen membangkitkan ingatan akan Plaza Accord tahun 1985, yang memicu penurunan tajam pada Indeks Dolar AS. Kali ini, penurunan dolar AS makin terakselerasi saat para investor melepas posisi beli bersih dengan laju tercepat sejak 2015, memicu pergerakan yang sangat fluktuatif (roller-coaster) pada pasangan mata uang EUR/USD.
Posisi Spekulatif pada Dolar AS
Sumber: Bloomberg.
Akhir bulan Juli ternyata berlangsung sangat gejolak. Tiga anggota The Fed yang memiliki pendapat berbeda membuat para investor ragu bahwa Kevin Warsh dapat menunda dimulainya proses pengetatan moneter. Satu orang tidak akan mampu berdiri sendiri — bahkan jika orang tersebut adalah ketua The Fed. Neel Kashkari, Beth Hammack, dan Lorie Logan secara sehati berargumen bahwa lebih baik menaikkan suku bunga secara bertahap daripada memilih pengetatan moneter agresif yang akan menyakitkan bagi perekonomian.
Anggota FOMC lainnya menggemakan sikap hawkish ini. Sebagai contoh, Tom Barkin menyatakan bahwa mungkin ada alasan untuk membalikkan tiga putaran pelonggaran moneter yang diberlakukan pada akhir tahun 2025 jika inflasi kembali melanjutkan tren kenaikannya. Pernyataan agrasif dari para pejabat The Fed memang mendorong imbal hasil obligasi AS naik lebih tinggi, namun dolar AS tetap mencatatkan kinerja bulanan terburuknya sejak bulan April. Divergensi antara naiknya imbal hasil obligasi AS dan melemahnya dolar mengindikasikan tergerusnya kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi saat ini. Kombinasi semacam ini lebih umum dijumpai di pasar negara berkembang dibandingkan pada mata uang cadangan dunia.
Kinerja Dolar AS
Sumber: Bloomberg.
Kemudian, beredar kabar bahwa AS berpartisipasi dalam intervensi mata uang yang dikoordinasikan dengan Jepang untuk memperkuat yen. Donald Trump menyebut intervensi bersama di pasar Forex tersebut sebagai bentuk persahabatan, dan Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan bahwa AS tidak akan ragu-ragu untuk kembali memasuki pasar mata uang. Nikkei melaporkan bahwa mereka menjual dolar, tetapi Financial Times melaporkan bahwa bank-bank di New York menjual euro.
Secara formal, langkah ini setidaknya sampai batas tertentu akan mendukung kebijakan dolar yang kuat. Namun, pada titik tertentu AS akan terpaksa membeli pasangan mata uang EUR/USD untuk mengisi kembali cadangannya yang terkuras.
Tekanan pada dolar AS juga didorong oleh menguatnya indeks-indeks saham serta keputusan Donald Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran. Pemerintah AS ingin berpartisipasi dalam negosiasi yang difasilitasi pihak ketiga dengan Teheran, namun tuntutan tinggi dari Iran — termasuk tarif transit untuk Selat Hormuz dan pencabutan sanksi — menimbulkan keraguan akan seberapa sukses negosiasi tersebut kelak. Meskipun demikian, harga minyak jatuh, dan dolar AS ikut terseret turun.
Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD
Penembusan di atas rentang perdagangan level 1.1370–1.1470, yang diikuti oleh pullback yang berhasil ke batas atasnya, memberikan kesempatan untuk menambah posisi beli pada pasangan mata uang EUR/USD. Level-level resistance di 1.1540 dan 1.1585 kini berada dalam jangkauan.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.











