Ketika strategi lama tidak lagi efektif, saatnya menyusun strategi baru. Pemerintah Jepang tampaknya telah menyimpulkan bahwa cara paling efektif untuk mendukung yen adalah dengan kembali memunculkan kekhawatiran investor terhadap pemulangan modal. Mari kita cermati perkembangan terbaru serta menyusun strategi trading untuk USD/JPY.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Pemerintah Jepang telah memicu kekhawatiran investor terhadap pemulangan modal.
- Kenaikan suku bunga BoJ gagal memberikan dukungan bagi yen.
- Berakhirnya carry trade akan memengaruhi pergerakan yen.
- Posisi sell pada USD/JPY dapat dibuka jika harga turun di bawah 161.8 dan 161.5.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen
Jepang berupaya menunjukkan tekadnya dengan menggelontorkan ¥11.7 triliun untuk intervensi mata uang pada April dan Mei, sambil berulang kali memperingatkan para spekulan agar tidak terus menekan yen. Namun, pasar tidak mengubah sikapnya. Pasangan USD/JPY melonjak ke level tertinggi dalam 40 tahun, sehingga para pembuat kebijakan menyadari bahwa unjuk kekuatan saja tidak lagi memadai. Diperlukan strategi yang lebih canggih, dan tampaknya mereka kini telah menemukannya.
Bukan, ini bukan soal Bank of Japan mengambil sikap yang lebih mendukung kenaikan suku bunga. Ini juga bukan tentang para pejabat kabinet yang menegaskan bahwa mereka tidak berniat mencampuri keputusan kebijakan moneter Bank of Japan. Sekilas, kedua perkembangan tersebut memang terlihat mendukung yen. Bagaimanapun, spekulasi bahwa Sanae Takaichi dapat menekan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tetap rendah menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan USD/JPY. Jika independensi Bank of Japan tidak lagi diragukan, secara teori hal itu seharusnya memberikan dukungan bagi mata uang Jepang.
Namun, kenyataannya jauh lebih rumit. Selama dua tahun terakhir, Bank of Japan telah menaikkan suku bunga sebanyak lima kali, sebuah langkah yang seharusnya mempersempit kesenjangan kebijakan dengan The Fed dan mendorong harga USD/JPY lebih rendah. Namun, pasangan mata uang tersebut justru terus melonjak bahkan setelah Bank of Japan mengakhiri kebijakan suku bunga negatif.
Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jepang
Sumber: Bloomberg.
Pemerintah kini menerapkan strategi yang jauh lebih kuat. Mereka mulai mengangkat kemungkinan yang selama ini paling dikhawatirkan oleh pasar global, yaitu pemulangan modal dalam skala besar ke Jepang. Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan bahwa pemerintah akan mendorong dana pensiun Jepang, termasuk Dana Investasi Pensiun Pemerintah (GPIF), untuk meningkatkan alokasi investasinya ke aset domestik. GPIF sendiri mengelola sekitar $1.8 triliun, sementara investor Jepang diperkirakan memiliki aset luar negeri senilai $5 triliun. Jika sebagian kecil saja dari modal tersebut mulai mengalir kembali dari AS dan Eropa ke Jepang, yen akan memperoleh dorongan yang sangat kuat terhadap mata uang utama dunia.
Indeks Volatilitas Forex
Sumber: Bloomberg.
Faktor lain yang memberikan tekanan pada USD/JPY adalah potensi berakhirnya carry trade. Menurut Goldman Sachs, kondisi untuk strategi carry saat ini merupakan yang paling menguntungkan dalam dua dekade terakhir, terutama karena volatilitas pasar telah turun ke level terendah sejak 2022. Namun, meningkatnya ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh, disertai kembali memanasnya ketegangan di Timur Tengah, mendorong volatilitas pasar semakin tinggi.
Seiring meningkatnya volatilitas, daya tarik carry trade semakin berkurang. Investor cenderung mengakhiri posisi yang telah dibuka, sehingga meningkatkan permintaan terhadap mata uang pendanaan tradisional seperti euro, franc Swiss, dan yen Jepang.
Dengan memunculkan kemungkinan pemulangan modal, pemerintah Jepang memberikan tambahan dukungan kepada pelaku jual USD/JPY, selain dari dampak berakhirnya carry trade.
Rencana Trading Mingguan untuk USDJPY
Kemampuan pasangan ini untuk melanjutkan koreksi akan bergantung pada data inflasi AS. Jika data menunjukkan pelemahan, dolar AS kemungkinan akan berada di bawah tekanan, sehingga investor dapat membuka posisi sell pada USD/JPY apabila harga turun di bawah level support 161.8 dan 161.5.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga USDJPY dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.



































































