Semua perang pada akhirnya akan berakhir dengan kesepakatan damai, dan para investor memperkirakan hasil yang sama akan segera terjadi di Timur Tengah dalam waktu dekat. Ekspektasi de-eskalasi, bersama dengan perdagangan TACO serta perbedaan kebijakan moneter, mendorong pasangan mata uang EUR/USD bergerak lebih tinggi. Mari kita bahas prospeknya dan menyusun rencana perdagangan.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin Utama
- Pasar bergerak naik didorong oleh ekspektasi terjadinya penruunan konflik.
- ECB tetap berada di jalur yang tepat untuk kenaikan suku bunga deposito lebih lanjut.
- The Fed mengambil pendekatan yang berhati-hati terhadap pengetatan kebijakan moneter.
- Penembusan ke atas level 1.1470 akan memberikan sinyal untuk menambah posisi beli EUR/USD.
Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar
Para investor meyakini bahwa terlepas dari adanya eskalasi konflik di Timur Tengah, AS dan Iran pada akhirnya akan kembali ke meja perundingan. Alhasil, harga minyak pun bergerak turun, sementara indeks saham AS justru merangkak naik. Dikombinasikan dengan merosotnya imbal hasil obligasi Treasury, kondisi ini menciptakan latar belakang yang ideal bagi reli kenaikan pasangan mata uang EUR/USD.
Pasar merasa lebih bersemangat oleh pernyataan Donald Trump yang menyebutkan bahwa Iran telah menghubungi untuk mengupayakan sebuah kesepakatan, ketimbang klaimnya terdahulu yang menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir. Para investor telah melihat pola ini sebelumnya: periode eskalasi akan diikuti oleh de-eskalasi dan, pada akhirnya, melahirkan kesepakatan hasil negosiasi. Seiring dengan sejarah yang tampaknya kembali berulang, harapan akan hasil serupa kembali menghidupkan perdagangan TACO, yang mendongkrak indeks saham sekaligus nilai tukar EUR/USD.
Harga Minyak Mentah Brent dan Probabilitas Kenaikan Suku Bunga ECB
Sumber: Bloomberg.
Seiring dengan kenaikan harga minyak Brent, peluang bagi ECB untuk memperketat kebijakan moneternya juga turut meningkat, yang mana hal ini memberikan dukungan bagi mata uang euro. Pasar berjangka mencatat tingkat kepastian hingga 90% untuk kenaikan suku bunga deposito pada bulan September, dan menempatkan probabilitas sebesar 50% untuk putaran kedua pengetatan moneter pada akhir tahun. Di sisi lain, probabilitas skenario serupa untuk suku bunga acuan Fed terpantau lebih rendah—yaitu hanya sekitar 40%. Langkah The Fed sekali lagi dinilai tertinggal, sehingga memberikan keunggulan bagi para pelaku pasar bullish.
Terlebih lagi, risalah dari rapat ECB bulan Juni mengungkapkan kekhawatiran bahwa semakin lama harga minyak bertahan di level tinggi, semakin besar pula risiko inflasi akan menyebar melalui efek tidak langsung dan efek putaran kedua. Kondisi ini dapat menanamkan guncangan sektor energi ke dalam inflasi inti, serta ke dalam ekspektasi inflasi jangka menengah dan panjang, sehingga memaksa Bank Sentral Eropa untuk mengambil tindakan. Hal ini terjadi meskipun kondisi perekonomian zona euro saat ini lebih lemah dibandingkan tahun 2022—ketika ECB dikritik karena bereaksi terlalu lambat terhadap lonjakan harga konsumen—dan meskipun tingkat suku bunga saat ini sudah berada di level yang lebih tinggi.
Sebaliknya, pihak Fed tampak tidak terburu-buru untuk mengambil tindakan. Menurut Presiden Fed New York, John Williams, beberapa bagian dari prospek inflasi kemungkinan akan menjadi lebih jinak, termasuk kebijakan tarif dan perkembangan di Timur Tengah, tergantung pada bagaimana situasi tersebut berkembang. Namun pada saat yang sama, jika permintaan terhadap AI terus melampaui pasokan yang ada, hal itu dapat menjadi pendorong lain bagi kenaikan inflasi PCE.
Alhasil, perbedaan kebijakan moneter antara ECB dan Fed kian memberikan dukungan kuat bagi pasangan mata uang EUR/USD. Ditambah dengan kepercayaan pasar terhadap langkah mundur Trump dari eskalasi konflik serta prospek negosiasi antara AS-Iran, kondisi ini memungkinkan pasangan mata uang utama tersebut untuk melanjutkan kenaikan bertahapnya secara stabil.
Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD
Kendati demikian, tingkat ketidakpastian terpantau masih tetap tinggi, dan hanya penembusan dari rentang konsolidasi di kisaran level 1.1390–1.1470 yang kemungkinan besar dapat membangkitkan kembali momentum kenaikan EUR/USD. Pergerakan yang meyakinkan ke atas batas atas di level 1.1470 akan memberikan peluang bagi para trader untuk menambah posisi beli.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

























































































































































































































































































































































