Para investor tidak hanya merasa lelah dengan ketegangan geopolitik, tetapi juga dengan ketidakpastian yang menyelimuti negosiasi antara AS dan Iran. Pasar sempat optimis mengenai kesepakatan damai, namun jika optimisme tersebut berubah menjadi kekecewaan, Dolar AS akan kembali mengalami peningkatan permintaan. Mari kita analisis situasinya dan susun rencana perdagangan untuk pasangan mata uang EUR/USD.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin Utama
- Negosiasi antara AS dan Iran berada di ambang kehancuran.
- Peningkatan konflik yang kembali terjadi akan memperkuat mata uang Dolar.
- Perekonomian AS tetap terpantau tangguh.
- Posisi Jual dapat dibuka pada level 1.1615, dan posisi beli dapat dipertimbangkan pada level 1.1665.
Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar
Untuk pertama kalinya, Donald Trump mengalah pada ancaman Iran yang akan keluar dari perundingan jika Israel terus membom Lebanon. Pemimpin AS tersebut mengklaim bahwa Hizbullah telah berjanji kepadanya untuk tidak menyerang Israel. Berkat pernyataannya yang cenderung damai ini, pasangan mata uang EUR/USD berhasil memulihkan sebagian dari kerugian yang dialami sebelumnya.
Pasar mulai merasa lelah, tidak hanya oleh faktor geopolitik tetapi juga oleh proses negosiasi AS-Iran yang berlarut-larut. Optimisme mengenai penyelesaian kesepakatan secara bertahap mulai memudar. Sementara itu, dampak kerusakan ekonomi terus meningkat. Kondisi ini sangat akut terjadi di negara-negara pengimpor minyak, seperti Zona Euro. Sebaliknya, negara-negara eksportir justru memanfaatkan posisi mereka. Indeks Manufaktur ISM (PMI) AS pada bulan Mei mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir, yang mengindikasikan bahwa perekonomian AS masih berjalan dengan sangat baik.
Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS 10-Tahun
Sumber: Bloomberg.
Hal ini mampu bertahan baik dari tingkat suku bunga federal yang saat ini secara historis tinggi, maupun dari lonjakan imbal hasil Obligasi Pemerintah AS. Lonjakan tersebut mengindikasikan bahwa pasar sedang mengambil alih tugas The Fed—kondisi keuangan yang mengetat ini pada gilirannya ikut memperlambat inflasi.
Pasar berjangka saat ini terpecah antara opsi menaikkan atau menahan suku bunga The Fed pada tahun 2026. Menurut Rabobank, potensi kenaikan dari reli pasangan mata uang EUR/USD tampak terbatas dalam situasi seperti ini, mengingat kuotasi harga pasangan mata uang tersebut sudah memperhitungkan dua kali langkah pengetatan moneter oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Langkah ini dinilai akan lebih dari cukup untuk meredam ekspektasi inflasi, yang saat ini telah stabil di tingkat yang cukup tinggi di kawasan zona euro.
Pasangan mata uang EUR/USD juga terus didorong oleh isu geopolitik, di mana para investor menilai inflasi dan langkah bank sentral ke depan melalui sudut pandang tersebut. Sejak sepuluh hari terakhir di bulan Mei, para pelaku pasar yang optimis sempat mendapatkan rasa percaya diri, namun rumor mengenai mundurnya Iran dari negosiasi memaksa euro untuk kembali melemah. Donald Trump segera mengumumkan bahwa Israel dan Hizbullah telah berjanji untuk tidak saling menyerang dan dialog dengan Teheran akan terus berlanjut demi mencegah lonjakan harga minyak serta menenangkan pasar. Kendati demikian, langkah tersebut hanya berhasil sebagian.
Kinerja S&P 500 dan MSCI World eks-AS
Sumber: Bloomberg.
Ketidakpastian mengenai hasil negosiasi mendorong para investor untuk kembali beralih ke dolar AS sebagai aset investasi aman. Terlebih lagi karena perekonomian dan indeks saham AS menunjukkan kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan negara-negara pesaingnya.
Jika kesepakatan di menit-menit terakhir antara AS dan Iran tercapai, daya tarik dolar akan langsung memudar. Namun, besarnya perbedaan posisi antara kedua belah pihak menunjukkan bahwa kita hanya bisa mengharapkan sebuah kesepakatan sementara.
Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD
Di tengah situasi ini, potensi kenaikan untuk pasangan mata uang EUR/USD tampak terbatas. Kembalinya rasa optimis ke pasar akan membuka peluang untuk melakukan posisi beli euro di level 1.1665. Sebaliknya, eskalasi konflik di Timur Tengah akan membuka jalan untuk melakukan posisi jual di level 1.1605.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.






























































































































































































































































































































