Perlambatan tajam pada inflasi AS telah secara signifikan mengurangi ekspektasi bahwa The Fed akan memperketat kebijakan moneter pada bulan Juli, sehingga memberikan tekanan pada dolar AS. Kendati demikian, masih terlalu dini bagi para pembeli EUR/USD  untuk merayakannya. Mari kita pelajari faktor penggerak utamanya dan menyusun rencana perdagangan.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin Utama 

  • Pasangan mata uang EUR/USD melonjak menyusul rilis laporan CPI AS.
  • Konflik di Timur Tengah terpantau masih terus berlanjut.
  • Kevin Warsh berniat untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan oleh The Fed. 
  • Posisi beli dapat ditingkatkan jika pasangan EUR/USD berhasil menembus level 1.137.

Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar

Konflik di Timur Tengah semakin berubah menjadi perang atrisi (perang urat syaraf yang saling menghabiskan sumber daya), dan reaksi pasar terhadap laporan inflasi konsumen AS bulan Juni tampaknya sudah terlalu emosional. Kevin Warsh berargumen bahwa The Fed sebaiknya tidak bereaksi secara berlebihan terhadap satu titik data saja, sembari menekankan bahwa satu laporan belum cukup untuk mendeklarasikan kemenangan atas inflasi. Menilai dari reli tajam pada kuotasi harga EUR/USD, para investor tampaknya tidak sependapat dengan pandangan beliau. 

Donald Trump telah mengancam akan mengintensifkan serangan udara jika Iran menolak untuk kembali ke meja perundingan. Di saat yang sama, perpecahan di dalam tubuh pemerintahan mempersulit eskalasi lebih lanjut, sementara para pendukung solusi diplomatik tetap menghadapi keterbatasan. Alhasil, kedua belah pihak kini terlibat dalam sebuah uji ketahanan. Washington enggan membiarkan konflik ini berlarut-larut menjelang pemilihan paruh waktu pada bulan November dan merasa waswas jika reli berkelanjutan pada minyak mentah Brent dapat memicu inflasi di AS. Sementara itu, Teheran menghadapi risiko kerusakan ekonomi yang lebih parah akibat sanksi, namun bertaruh bahwa AS yang akan  menyerah terlebih dahulu. 

Perubahan Inflasi AS

LiteFinance: Perubahan Inflasi AS

Sumber: Wall Street Journal.

Penignkatan konflik baru dari konflik di Timur Tengah mengisyaratkan bahwa bulan Juli tampaknya kecil kemungkinan akan seuntung bulan Juni bagi inflasi. Pada akhir bulan pertama musim panas tersebut, inflasi konsumen utama melambat dari 4.2% menjadi 3.5%, sedangkan CPI inti melandai dari 2.9% ke level 2.6%. Hal tersebut mematahkan argumen terkuat para hawks—yang menyatakan bahwa tingginya harga energi pada akhirnya akan merembet ke dalam inflasi inti. Alhasil, probabilitas tersirat pasar untuk kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC berikutnya anjlok dari 40% menjadi 17%, yang turut menyeret dolar AS ke zona merah.

Ekspektasi Terhadap Kenaikan Suku Bunga The Fed

LiteFinance: Ekspektasi Terhadap Kenaikan Suku Bunga The Fed

Sumber: Bloomberg.

Probabilitas terjadinya dua kali pengetatan moneter pada tahun 2026 telah merosot dari 58% menjadi 35%. Di saat yang sama, pasar berjangka sedang memperhitungkan harga untuk dua kali kenaikan suku bunga deposito ECB, di mana kenaikan pertama diperkirakan akan terjadi paling cepat pada bulan September. Pelebaran divergensi dalam ekspektasi kebijakan moneter inilah yang mendongkrak pasangan mata uang EUR/USD.

Namun, masih terlalu dini bagi euro untuk merayakannya. Semakin tinggi minyak mentah Brent merangkak naik, semakin besar pula tekanan pada perekonomian zona euro. Pertanyaan utamanya adalah apakah zona euro mampu bertahan di tengah kebijakan moneter yang lebih ketat—atau justru pasar berjangka telah bersikap terlalu optimis.

Menilai dari tekad Kevin Warsh untuk memperbaiki apa yang ia pandang sebagai kesalahan The Fed—karena membiarkan inflasi tetap berada di atas target selama bertahun-tahun—alasan untuk kenaikan suku bunga The Fed berikutnya tetap utuh. Perlambatan inflasi konsumen pada bulan Juni bisa jadi akan terbukti bersifat sementara seperti halnya gencatan senjata antara AS-Iran—sebuah kesepakatan yang ada di atas kertas namun tampaknya kecil kemungkinan untuk bertahan. Jika inflasi kembali berakselerasi dalam beberapa bulan mendatang, dolar AS dapat dengan cepat merebut kembali kendali pasar.

Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD

Di saat yang sama, penguatan pasangan mata uang EUR/USD  baru-baru ini mungkin akan berumur pendek. Hanya penembusan yang tegas di atas rentang konsolidasi level 1.137–1.147 yang akan memungkinkan investor untuk menambah posisi beli yang sebelumnya telah dibuka di dekat batas bawah rentang tersebut. Sebaliknya, jika pembeli gagal mengamankan penembusan tersebut, hal itu akan menjadi sinyal untuk mengunci keuntungan dan mempertimbangkan untuk beralih ke posisi jual.


Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.

Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Dolar AS Tergelincir Akibat Data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang Lebih Lunak. Perkiraan pada 15.07.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat