Pasar tampaknya bereaksi secara berlebihan terhadap laporan CPI dan PPI bulan Juni. Walaupun kedua indikator inflasi tersebut melambat, penurunan yang terjadi dinilai belum cukup kuat untuk mematahkan tren kenaikan yang lebih luas. Kondisi ini seharusnya memberikan dorongan bagi dolar AS. Mari kita cermati situasinya dan menyusun rencana perdagangan (trading plan) untuk pasangan mata uang EUR/USD.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin Utama
- Kenaikan pada pasangan mata uang EUR/USD terpantau mulai tertahan.
- Para pejabat FOMC bersiap untuk menaikkan suku bunga.
- Faktor geopolitik turut menyokong penguatan posisi dolar AS.
- Memperdagangkan pasangan EUR/USD di dalam rentang level 1.1370–1.1470 tetap menjadi strategi utama yang lebih disukai.
Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar
Pasar telah melakukan kesalahan fatal yang justru sebelumnya telah diperingatkan oleh Kevin Warsh. Dalam kesaksiannya di hadapan Kongres, Ketua The Fed tersebut menyatakan bahwa investor seharusnya tidak terfokus pada titik data yang terisolasi—sebab tren utamalah yang jauh lebih penting. Namun, para investor terlanjur merasa sangat percaya diri dengan angka CPI dan PPI, sehingga mereka secara drastis memangkas probabilitas kenaikan suku bunga. Padahal, tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi pada indikator-indikator tersebut di bulan Juli. Pemahaman inilah yang akhirnya menahan pasangan mata uang EUR/USD untuk tidak menembus ke atas batas atas rentang konsolidasi level 1.137–1.147.
Jika inflasi tidak bergerak menuju target 2% dengan sendirinya, maka The Fed perlu mengambil tindakan nyata untuk membantunya mencapainya. Pernyataan tepat dari Presiden Fed Dallas, Lorie Logan, ini berhasil menangkap sentimen utama yang tengah berkembang di dalam FOMC. Para pejabat menganggap level suku bunga saat ini sudah cukup aman, tetapi jika perlambatan harga tidak berlanjut, mereka siap untuk menaikkan suku bunga kembali. Pandangan serupa juga turut diutarakan oleh Lisa Cook dan Phillip Jefferson.
Alhasil, menyusul reli yang dipicu oleh laporan CPI dan PPI, pernyataan Kevin Warsh bahwa AI tidak serta-merta mendorong inflasi, serta pidato John Williams yang menyebut harga-harga telah mencapai puncaknya, pergerakan naik pasar kini mulai tertahan. Investor mulai menyadari adanya perbedaan pandangan di internal FOMC. Dengan latar belakang situasi seperti ini, segala kemungkinan bisa saja terjadi pada pertemuan bulan Juli mendatang.
Ekspektasi Pasar Terhadap Suku Bunga Fed
Sumber: Bloomberg.
Sementara itu, peningkatan konflik di Timur Tengah turut mendorong penguatan dolar AS. AS telah mulai membom jembatan-jembatan, sementara Iran mengancam akan menyerang infrastruktur negara-negara Teluk. Pada saat yang sama, AS tetap menyatakan bahwa Teheran terus mencari celah untuk bernegosiasi. Ketika tidak ada kesatuan suara di dalam pemerintahan, kontradiksi semacam itu tentu tidak mengejutkan bagi siapa pun.
Di sisi lain, Iran memahami bahwa seiring konflik yang terus berlarut-larut, kondisi ekonomi dan masyarakatnya akan menanggung penderitaan. Sebaliknya, kelompok garis keras sama sekali tidak ingin berurusan dengan pihak Amerika. Hal inilah yang menjelaskan kegagalan dalam mematuhi ketentuan kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Juni lalu.
Semakin lama ketegangan antara AS dan Iran ini berlangsung, maka semakin lama pula harga minyak akan bertahan di atas level sebelum perang, dan semakin besar pula kemungkinan dampak tersebut akan merembet ke inflasi inti. Perlambatan inflasi pada bulan Juni bisa jadi hanya berumur pendek, dan kembalinya tren kenaikan pada CPI dapat mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga. Jika skenarionya demikian, maka para investor dinilai telah terlalu dini dalam menjual dolar AS.
Di sisi lain, Goldman Sachs menurunkan perkiraan EUR/USD untuk horizon 6 dan 12 bulan dari yang sebelumnya 1.18 dan 1.2 menjadi 1.12. Mereka mendasarkan keputusan ini pada melebarnya spread antara suku bunga The Fed dan ECB.
Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD
Para pelaku pasar kenaikan gagal mendorong harga EUR/USD keluar ke atas rentang konsolidasi level 1.1370–1.1470. Selama pasangan mata uang ini masih terjebak di dalam batas-batas tersebut, strategi utama yang lebih disukai adalah melakukan aksi jual saat harga naik dan melakukan aksi beli saat harga turun.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.






























































































































































































































































































































































